Sabtu, 17 Juni 2017

SURAT CINTA (sedang diikutkan even Lomba Menulis Surat Cinta - Catatan Pringadi)

Di bawah gersang langit Probolinggo, 17 Juni 2017. 13.04. WIB.


Langit Cirebon dan dia.

Sungai Cimanis dan dia.


Dear Langit,
            Untuk langit kemarau yang memisahkanku sebanyak 427,5 mil dengan kekasihku, apa kabarmu hari ini? Kudengar, teriknya gemawan semakin menggelisahkan gersangnya rerantingan tersaput angin gending mendebu di lautan pasir Gunung Bromo. Meriap, mendesing, hingga sampai menjadi buliran hangat memanas di jemari kaki kekasihku—di aliran Sungai Cimanis dalam kerlip musim tak berujung.
            Duhai Langit yang menjadi saksi catatan sejarah pertemuanku dengan kekasihku di suatu kala 3 bulan 1 hari 12 jam 4 menit lalu di sebuah titik antara Probolinggo dan Cirebon, antara Jawa Timur dan Jawa Barat, masihkah kau menjaga dirinya untukku? Dirinya yang kini hanya sanggup kujangkau melalui sosial media. Jika kau menjaganya untukku, aku ingin memberikanmu setangkup penjagaan alam, agar kau tak lagi berderai dan tersedu kala sejenisku menistakan keberadaanmu. Namun, andaipun tidak, aku tak apa. Tuhan telah sedemikian berbaik hati menjaga dia untukku sejauh ini.
            Kau ingat, Langit, pertemuanku dengan Zein Elburqy di sebuah tempat antah berantah yang kulupa namanya?! Pun, aku tak lagi bisa mengingat jejakan deskripsi alam di kitaranku. Hanya ada aku dan dia dalam pusaran pesona tak bertuan. Ya, aku terpesona dan terkesima padanya sejak pertemuan pertama kami. Sejak dia ada di situ dan berpakaian serba biru yang mendadak menjadi warna favoritku. Waktu itu, dalam tegun tanpa sadar, aku berucap, “You are really so amazing in blue.” Bukan blue seperti yang selalu menjadi kalimat klise dalam film romansa Hollywood mana pun juga, tetapi navy blue, sebiru laut kedalaman hatiku untuknya.
Selanjutnya, dia menoleh padaku, tersenyum, dan menyebutkan nama. Senyum yang jika semesta ini melihatnya, mereka takkan percaya. Kami bukan saja terjerat dalam arus kekaguman tak bertuan antara Madura dan Sunda. Namun, juga elegi dewasa akhir dan muda. Kala delapan tahun selisih kami tak menjadi penghalang hentakan dalam dada.
Jika kau ingin memandang sebelah mata atau mencibir pada kisah kami, tunggu dulu, Langit! Tak pernahkah kukisahkan padamu tentang pengorbanannya yang tiada akhir di kilometer 684 dari tanah di pijakanku? Kala dia perkenalkan aku dengan satu persatu keluarganya yang berjumlah empat derajat ke atas, samping, dan bawah. Belum lagi kerabatnya yang berderet memanjang, sepanjang jalan Anyer-Panarukan. Sepanjang Cirebon-Probolinggo Railways. Sepanjang itu pulalah dia memupuk rasa sayangnya padaku. Pada lembaran tulisan yang kami rajut berdua sepanjang kebersamaan kami dalam berbagai kuadran bahasa asing. Padahal, hobinya bermain hadrah, bukan menulis. Hal yang disukainya adalah shalawatan, bukan kosakata dan tata bahasa. Namun, semuanya melebur, serupa kopi bercampur susu yang saling berpagut dalam tatakan cangkir aroma darahku dan denyar nadinya.
            Lalu, tiba-tiba ketika dia mulai sanggup melantunkan deraian “Sengkok tresna ka ba’na—Aku cinta padamu” di suatu kala, aku terkesiap. Mungkinkah arus damba dan puja tanpa jeda yang kurasa padanya, terasa pula hingga dalam desir darahnya? Kala karuhun dan bebasan Sunda tampak memikatku serupa macapat Madura yang dikisahkan oleh ayahku dulu. Kala aku mulai berucap, “Abdi bogoh ka anjeun—Aku cinta padamu” tak hanya di kata, tetapi dalam detak hela nadi jantungku.
            Ah, Langit Kemarau di atas Pijakanku, sampaikanlah pada kekasihku deru mengharu biru dalam gelenyar nadiku! Deru yang takkan cukup dihela dalam uraian berbahasa Jerman, Jepang, dan Korea sebagai penghubung cinta kami. Pun, Arab dan Inggris, yang tak pernah berhasil menyampaikan setitik rasa kami. Sudikah kau, Langit, menjadi perantaraku padanya dalam bahasa semesta?
Ku bukan hanya ingin menjadi pelengkap bagi rusuknya yang hilang dulu. Namun, ku ingin menjadi sumsum, yang akan ada kala raganya hilang seketika. Ku bukan saja mendamba tawa dan derai cerianya. Namun, ku juga mendamba aliran kesedihan kala dia mengadu padaku, alur keletihan kala dia bersandar di pundakku.
Dan, astaga, kali ini kudapati, ku tengah merindukannya lagi setengah mati! Bukan. Bukan senyum manisnya yang kurindukan. Namun, ekspresi wajahnya yang dibuat seburuk mungkin untuk membuatku tersenyum kala ku mulai merajuk. Rambutnya yang teracak semasai mungkin untuk membuatku memeluknya kala ku jatuh pada tingginya tensi diri. Dan dia selalu ada di sana dengan tawa, senyum, segala yang dia mampu berikan padaku.
            Langit, andaikan suatu kala semua itu hanya tinggal ilusi dan fatamorgana membayang, karena takdir tak memperkenankan kami bersatu, aku tak apa. Sungguh! Aku sungguh cukup dengan tingginya nilai kebersamaan kami. Pun, kerlingan kenangan sebanyak beberapa rotasi bulan yang berganti di segala galaksi.
Aku akan tetap percaya, dia selalu mencintaiku tanpa batas hingga ujung waktu. Sepertimu, yang akan tetap menjadi naunganku hingga uraian waktu mengabu di pijakanku. Aku akan tetap mencintanya tanpa batas hingga ke dunia tak terdeteksi. Sepertinya, yang selalu menyayangiku selama ini menembus batas ruang-waktu berdimensi.
Dan kali ini, cukup saja kupanjatkan lagi doa di penghujung malam-malamku seperti sedia kala pada pencipta kita berdua, Langit. Bukan doa nan mainstream semesta kepada Tuhannya, “Tuhan, jika dia terbaik untukku, dekatkanlah! Namun, jika dia bukan terbaik dan hanya perantaraMu dalam aku mengenalMu, ikhlaskan hati untuk melepasnya! Berikan padanya pilihan terbaik menurut kehendakMu!” Namun, “Sungguh, aku berharap, akulah sebaik-baik kehendakMu yang akan kucoba dekatkan lagi dalam detakan jarum yang terus berdetak. Karena jika tidak, aku ingin menjaga kesucian janji cinta ini untukMu saja. Hingga Kaupertemukan aku dengannya di naungan surgaMu. Aamiin.” Karena, aku hanya ingin dia dan dia saja. Sejak dia ada di sana di dunia antah berantah yang mempertemukan kami, sekejap di hadapan, hingga kembali terpautkan lintas maya tak berkesudah.


Dalam saksi berdarah kerinduan abu Bromo pada setangkup aromanya,



Riskaninda Maharani.

Sabtu, 22 April 2017

SEPUTAR NAPOLI: KETIKA JATUH DI PELUKANMU

Riskaninda Maharani



Dokumentasi foto oleh Fuatuttaqwiyah. Tangerang, Banten, 20 April 2017.



Pertanyaan dari Ariesta Rakhmat Isfandito, alumnus ITB, Bandung, per 8 April 2017 pukul 09:32.

Ariesta: Oh ya, saya mau tanya beberapa hal tentang novel Napoli, Mbak Riska.

1. Apakah ada nilai-nilai & hikmah serta hal-hal yang berhubungan dengan Islam di novel Napoli? Apakah secara tersurat atau tersirat?


Riskaninda: Tidak sama sekali. Karena, Napoli berkulturkan Italia. Budaya barat diangkat sepenuhnya dalam novel ini. Termasuk, latar belakang “basilika” yang disinggung, juga pernikahan ala Italia yang dijelaskan, bukan bagian dari Islam untuk menghindari faktor cacat logika. Karena, saya membahas tentang budaya Italia yang pure dan nature. Asli sesuai dengan aslinya. Di mana agama mayoritas Italia adalah Katholik, diikuti dengan Protestan. Jika Anda penikmat film Hollywood dan tidak mengharamkannya, Napoli layak Anda baca. Jika tidak, Napoli bukan konsumsi Anda.

Napoli berkuadrankan dewasa. Menurut rating Eropa, sebenarnya 13+. Namun, di Indonesia 17+. Bahkan, 21+.

Tidak dianjurkan untuk anak-anak dan penganut religi ekstrimis radikal.

Nilai-nilai dan hikmah yang terkandung pada Napoli adalah moral non-agama. Lebih dihubungkan ke norma lain.

Jika ingin membeli novel yang berhubungan dengan Islam, di toko buku sudah ada label “novel islami”, yang terlepas dari novel umum. Dan maaf, jika Napoli bukan novel islami!


Ariesta: 2. Lalu, apakah novel Napoli itu adakah sekuel lanjutannya, seperti AAC, AAC 2, dan seterusnya?

Riskaninda: 
Napoli itu novel tunggal. Untuk menjadi sebuah dwilogi, trilogi, dan sebagainya, biasanya karena permintaan pasar. Jika permintaan pasar mengizinkan saya menggarap sekuelnya dan episode-episode selanjutnya, mengapa tidak? Saya sebagai penulis profesional, siap 100% menuliskan lanjutannya berdasarkan permintaan penerbit.

Ariesta: 3. Apakah ada unsur-unsur geografi, destinasi wisata & petualangan di novel itu? Karena, salah satu alasan saya baca novel ada di ketiga poin ini.

Riskaninda: Napoli di-recommended oleh banyak pihak sebagai novel yang masuk kuadran “travelling”. Karena, terlalu detailnya penjabaran unsur geografi dan destinasi wisata di novel ini, novel ini sering dimasukkan ke dalam kelompok “buku travelling”, baik di Gramedia, Toga Mas, maupun buku online terpercaya. Ini adalah kelebihan mutlak Napoli yang diakui, bahkan oleh hater-nya sekalipun. Bersama-sama dengan Napoli adalah novel dengan budaya kuat, yang sangat bagus dikonsumsi untuk para pembelajar bahasa asing. Karena, ada beberapa bahasa yang terkandung di novel Napoli: Italia, Spanyol, Perancis, Rumania, Inggris, dan bahasa daerah Napoli. Untuk itulah, Napoli juga sering dimasukkan ke dalam kelompok “buku bahasa”, baik di Gramedia, Toga Mas, maupun toko buku online terpercaya.

Napoli adalah novel romance dewasa berlatarbelakangkan budaya kuat. Bukan novel petualangan. Tokoh utama dalam novel ini adalah wanita. Di mana wanita sedikit sekali disebutkan dalam novel petualangan.

Ariesta: 4. Apakah Mbak Riska pernah ke Napoli pada khususnya dan Italia pada umumnya?

Riskaninda: Saya menolak menjawab pertanyaan ini. Ini privasi bagi saya. Tidak ada hubungannya dengan kredibilitas saya sebagai penulis. Dan saya pikir, tidak ada hubungannya pula dengan kenyamanan membaca. Jika dianggap berhubungan erat, saya minta maaf, saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini.

Namun, Napoli ini saya tulis berdasarkan riset penuh, partisipatif langsung. Napoli ini sendiri diangkat dari kisah nyata. Semua tokoh di Napoli, nyata adanya.

Sebagai informasi tambahan, saya mengenal orang Italia luar dalam sejak tahun 2008. Secara khusus, saya mengenal erat sebuah keluarga bermarga Talice. Di mana kekerabatan saya dengan mereka sangat erat.

Bahasa Italia, juga bahasa daerah Napoli sudah seperti bahasa ibu bagi saya sejak tahun 2007. Sudah mendapatkan pengakuan juga oleh orang-orang Italia mengenai hal ini. Juga, oleh para ahli, profesor, dan guru besar bahasa Italia. Termasuk, dari universitas Turin, yang terkenal bahasa dan sastra Italianya. Saya juga berkecimpung di sastra Italia, di mana karya sastra saya juga sudah diakui oleh pegiat bahasa dan sastra Italia di seluruh dunia. Secara khusus, saya pernah menjadi penerjemah resmi perjanjian perdamaian Rusia dan Giorgia yang ditulis dalam bahasa Italia.

Ariesta: 5. Kalau saya pesan ke Mbak Riska, itu novel dikirim dari kota apa? Berapa harganya & tarif ongkirnya? Apakah ada diskon khusus dan cenderamatanya?

Riskaninda: Probolinggo. Domisili saya saat ini. Tapi, tidak menutup kemungkinan dikirim dari kota lainnya jika saya pindah tempat.

Harga Napoli 40 ribu. Itu harga resmi. Kecuali, jika beli di toko buku bekas, bazar murah, atau pameran off season. Di Toga Mas, tentunya ada diskon, sesuai dengan standar Toga Mas. Begitu juga dengan toko buku online terpercaya, yang besarnya sesuai dengan kebijakan mereka.

Apapun pilihan tempat untuk membeli Napoli, jika ingin mengapresiasi penulisnya, diharap tidak membeli di toko buku bekas, baik online maupun offline, di bazar murah, atau pameran off season. Karena, ini bebas royalti bagi penulis. Ini sama dengan memiskinkan penulis. Dan tidak menghargai kinerja penulis.

Ongkos kirim tergantung dari kota apa. Dan tergantung pakai ekspedisi apa. Kalau mau murah meriah, bisa pakai ekspedisi Lorena ESL Express. Tapi, biasanya, barang harus diambil di kantor setempat. Bukan dikirim ke alamat penerima. Untuk alternatif lain, saya menggunakan jasa pos, TIKI, atau JNE. Tarifnya juga sesuai dengan jenis pengiriman. Apakah butuh yang satu hari sampai. 2-3 hari sampai. Atau paket biasa. Untuk kenyamanan complain, JNE lebih terpercaya.

Diskon khusus tergantung penawaran saya pada musim itu. Kadang saya memberikan diskon, kadang cenderamata, atau keduanya, sesuai dengan penawaran khusus saya. Saya juga sering memberikan surprise berupa hadiah, meski tanpa diminta oleh pemesan karya saya.

Permohonan khusus berupa permintaan tanda tangan dengan ditaburi kata-kata indah, cap jempol tangan dan cap jempol kaki, sangat diperbolehkan untuk yang pesan buku langsung pada saya. Tidak menutup kemungkinan untuk permintaan lain, selama itu logis. Biasanya, di kalangan penulis yang logis itu pemberian foto diri dan cap bibir.

Ariesta: 6. Lalu, apa sajakah novel-novel & buku-buku karya Mbak Riska yang sudah rilis dan akan terbit? Itu murni karya Mbak Riska sendiri atau kolaborasi dengan penulis lainnya (kalau ada siapa aja)?

Riskaninda: Novel saya Napoli: Ketika Jatuh di Pelukanmu (Diva Press, 2015) dan Lorosa’e: My Love (Araska Publisher, coming soon). Ini karya saya pribadi. Bisa dicek gambar sampulnya di akun jejaring sosial saya atau di google! Keduanya adalah novel yang masuk penerbit mayor.  

Buku Percakapan Ringan Indonesia-Korea (Miya’Z Script Agency, coming soon). Ini karya saya featuring with Min Keun Shin, native speaker Korea. Karya ini juga masuk agency mayor.

32 antologi terbit yang judulnya adalah sebagai berikut:
Maret 2012:
Kumcer Who Am I Lord 6 (NulisBuku). Rp. 55.000,-

Kumcer They Meet with My Nightmare (NulisBuku). Rp. 33.500,-

Kumcer Ironi Strip Dua (Seruni Publishing).



Kumcer Sayap-Sayap Cupid (Pustaka Jingga).


April 2012:
Kumcer Liontin Kehidupan (Pustaka Jingga).

Antologi puisi Senandung Alam (LeutikaPrio). Rp. 40.200,-

Kumcer Melukis Mimpi (Seruni Publishing).

Kumcer Aku (Tak Butuh) Kartini Indonesia (Pustaka Jingga).

Mei 2012:
Antologi Resolusi Hebatku (LeutikaPrio). Rp. 48.000,-



Kumcer Sebelas Kisah Mata Hati (NulisBuku). Rp. 34.000,-

Kumpulan surat cinta Perempuanku (Puput Happy Publishing). Rp. 60.300,-

Juni 2012:
Kumpulan FF Kunti, I Love You (AG Publihing). Rp. 41.000,-

Kumpulan FTS Merdeka dengan Pena (Awan Pustaka).

Kumcer Sang Juara (Pustaka Jingga).

Kumcer Diorama Lilin Cinta (Puput Happy Publishing). Rp. 58.375,-

Kumcer Simfoni Rindu (Pustaka Jingga).

Kumcer Katastrofa (Pustaka Jingga).

Kumcer Masih Ada Esok (Pustaka Jingga).

Antologi Kado untuk Pasutri (Pena Nusantara Publishing). Rp. 65.000,-

Kumcer ValDay? Oh No! (Puput Happy Publishing). Rp. 58.000,-

Juli 2012:
Kumcer A Thousand Dreams of Hallyu (Weh-Zu Publishing).

September 2012:
Antologi FF Karena Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu (Smart Writing).

Kumcer Jangan Bersedih! Karena Hidup Ini Indah (Puput Happy Publishing). Rp. 50.250,-

Oktober 2012:
Antologi Lingkaran Pesona Dewi Maharani (Pustaka Jingga).


November 2012:
Antologi A Moment to Feel (Pustaka Jingga).

Desember 2012:
Kumpulan puisi Déjà Vu Rindu (Leutika Prio). Rp. 42.700,-

Januari 2013:
Antologi Sweet Pain of Love (Pustaka Jingga).

April 2013:
Antologi Rembulan (Pustaka Jingga).

November 2013:
Antologi Jeje’s Fever (Jejak Literasi RM).

Mei 2014:
Kumcer A Letter for My Prince (Diva Press, Saufa) Rp. 50.000,-

Antologi puisi Dekapan Gerimis (Ae Publishing) Rp. 40.000,-

Maret 2017:
Antologi Me+You= Sakinah (Zukzes exPRESS) Rp. 38.000,-


(
P.S.: Warna merah menunjukkan penerbit yang sudah tidak ada. Warna biru menunjukkan penerbit yang masih positif ada. Untuk yang diberi warna merah, karena terhitung buku langka, silakan yang mau membeli koleksi pribadi saya! Dengan catatan, ada beberapa yang ada tanda tangan dan coretan CEO, PJ even, atau penulis lain di halaman depan. Saya jual dengan harga nego per judul.)

Untuk tahu siapa saja kontributornya, bisa cek google! Banyak informasi soal itu. 

Yang recommended untuk dibaca itu yang A Letter for My Prince. Ini diterbitkan oleh penerbit mayor. Mendapatkan banyak apresiasi dari banyak kalangan pembaca. Bisa juga yang Kunti, I Love You. Karena, diterbitkan oleh AG Publishing, yang notabene kini go mayor. Atau Kado untuk Pasutri. Diterbitkan oleh Pena Nusantara yang kini juga go mayor.

Ariesta: 7. Apakah saya sebagai pembaca boleh request hal-hal tertentu terkait buku/novel yang Mbak Riska sedang atau akan menulisnya?

Riskaninda: Permintaan atas karya yang belum rilis atau bahkan belum digarap sama sekali, hanya akan saya dengarkan jika yang berbicara adalah fans fanatik salah satu karya saya atau fans fanatik semua karya saya. Untuk yang tidak termasuk di dalamnya, maaf, saya tidak menerima masukan berupa apapun! Saya penulis dengan idealisme tinggi. Saya nego idealisme saya hanya untuk selera pembaca fanatik saya.

Ariesta: Semoga terus jadi penulis yang amanah & istiqamah dalam kebaikan dan takwa serta dalam keislaman, Mbak Riska. Barakallah! Mohon maaf, bila kepanjangan dan ada kata-kata serta sikap saya yang ada kekurangannya! Terima kasih.


Riskaninda: Terima kasih juga atas pertanyaannya yang sangat lengkap. Bisa dijadikan wacana untuk pihak lainnya yang ingin membeli karya saya. Salam.

--Riskaninda Maharani, penulis Napoli, Lorosa'e, Tata Bahasa Bengali Dasar, Percakapan Ringan Indonesia-Korea & Khulna. Proof reader Bhuana Ilmu Populer, editor Ae Publishing & editor aksara ChapterEleven--



Probolinggo, 23 April 2017. 11.40 WIB.  
Diperbaharui di Probolinggo, 20 September 2017. 11.20 WIB.

Jumat, 20 Januari 2017

SEKELUMIT TENTANG KEHIDUPAN ASLI TOKOH NAPOLI

Riskaninda Maharani





Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 3 Juli 2016.



Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 6 April 2016.




Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 30 Oktober 2016.


STEFANO PUGLIETTI

Sosok dingin, namun peka dan perhatian ini menjadikan event organizer adalah hal terpenting dalam hidupnya. Hingga dia harus bolak-balik dari Agropoli-Modena dan tempat lainnya di Italia dalam beberapa jam. Workaholic adalah life style-nya.

Dikelilingi oleh artis-artis agresif, menjadikannya sangat selektif dalam memilih pasangan sejati dan hanya mencintai satu gadis dalam hidupnya.



Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 1 Maret 2016.



Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 28 Maret 2016.



Hadiah dari Finda Rahmadaniati pada 2 April 2016.


ALEJANDRO RAÚL TALICE GRAÑA

Keturunan Italia-Uruguay ini masih belum mampu berbahasa Italia secara fasih. Bahasa Inggris dan Jerman hanya digunakannya untuk menterjemahkan teks.

Tertarik pada dunia otomotif dan sastra. Sehingga, dia memiliki bengkel reparasi dan modifikasi motor, yang sering beralih fungsi menjadi tempat menulis dan mengedit karya sastra.

Dia berprinsip bahwa "karya sastra akan lebih indah jika ditulis dalam bahasa ibu sang penulis". Hingga mendapat kopi Napoli asli dalam bahasa Indonesia adalah hadiah terbaik baginya.


PABLO MELGAREZ

Sosok nan hangat ini hobi bermain skater dan surfing. Karena terlalu hobinya, dia menjadi pemilik majalah dijital Argentina yang berisi soal skater, SKT: revistadigitalskeiter. Passion-nya tinggi terhadap dunia menulis dan sastra. Terbukti dengan beberapa cerpen dan karyanya yang bertaburan di berbagai media. Bisa berbicara Spanyol, Italia, dan sedikit Inggris.

Keinginan terdalamnya adalah Napoli bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, sehingga dia bisa membaca sepenggal kisah hidupnya yang dimuat di novel ini.

Selepas dari Meli, merasa belum menemukan cinta sejatinya.


MELI

Mengalami momen teromantis dalam hidupnya bersama Pablo. Namun, “sesuatu fundamental” membuat mereka tidak bisa bersama lagi.

Keinginan terdalamnya adalah Napoli bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, sehingga dia bisa membaca sebagian kisah hidupnya yang dimuat di novel ini.

Sama sekali tak keberatan jika nama keluarganya ditulis. Namun, demi menghargai Pablo, penulis tak bisa menyebutkannya di novel.

Ada yang penasaran? Nama keluarganya Ghidini.

Dia seorang Argentina yang sangat ramah.


SABRINA PALA

Sosok Italia yang hangat ini, takkan menolak jika kamu berikan dua hal: “accecories termahal” dan makanan-makanan fast food berkalori tinggi. Itu yang membuatnya selalu tampil fashionable dengan tubuhnya yang terkesan over montok. Beruntung dia menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Stefano Milani.

Penutur bahasa Italia, Latin, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Rusia, dan Portugis ini sangat menyukai petualangan setelah berkenalan dengan Stefano Milani. Selain, accecories-accecories mahal yang bisa meningkatkan penampilannya. Tak heran jika dia sangat menyukai pertokoan dan isinya.

Memiliki passion dalam bidang bahasa & sastra serta kucing. Novel yang disukainya adalah yang berbau horor. Keinginan terdalamnya adalah Napoli diterjemahkan ke dalam bahasa Italia, sehingga dia bisa membaca sekelumit kisah hidupnya yang dimuat di novel ini dan membantu pendistribusiannya. Dia adalah orang yang paling antusias untuk mendapatkan kopi asli Napoli dalam bahasa Indonesia, selain Alejandro Raúl Talice Graña.


STEFANO MILANI

Mencintai Sabrina dengan seluruh daya tarik dan kekurangannya. Baginya, melihat Sabrina berbelanja dan makan banyak adalah daya tarik tersendiri. Tak heran jika Sabrina sangat termanjakan dengan dua hal ini.

Kehidupannya sebagian besar adalah seputar mengurus penampilan Sabrina setelah dia merasa menemukan belahan jiwanya pada gadis over montok ini.

Dia akan bersikap ramah pada semua orang yang ramah pada Sabrina. Dan bersikap dingin pada semua orang yang dingin pada Sabrina. Dan karena Sabrina sangat tertarik untuk mengungkapkan sepenggal kisah hidupnya dalam novel, Stefano Milani pun merasa sangat tertarik.


MICHEL MOYA

Pembelajar aktif bahasa Dansk ini butuh proses panjang untuk mengenalkan nama “Moya” pada seorang asing. Michel merasa, itu hal yang sangat berbahaya dan bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Revina adalah salah satu yang beruntung bisa mengenalnya langsung dengan nama keluarganya. Kepercayaannya terhadap penulis pun sangat tinggi, hingga dia bersedia menyematkan nama keluarganya dalam novel.

Keinginan terdalamnya adalah Napoli bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol, sehingga dia bisa membaca sebagian kisah hidupnya yang tertuang di novel ini.

Walaupun sering menjadikan Revina sebagai tempat curhat, hingga kini tak mau membuka identitas gadis yang membuatnya terpuruk sedemikian dalam.


MARCHELO TALICE

Kehidupannya yang jarang bergaul dengan Revina cs, menjadikan sosoknya masih cukup misterius. Bahkan, setelah bertahun-tahun Revina mengenalnya.


DANILO SERAFINI

Menolak memberikan akomodasi tanpa batas ke Revina ketika kunjungan pertama Revina ke Italia. Mantannya—yang namanya tak pernah dihapal oleh Revina—yang sangat pencemburu itu menolak mentah-mentah.

Berkeinginan untuk memberikan akomodasi di rumah seorang temannya, namun ditolak oleh Revina.

Seniman Italia yang sangat terbuka pada perbedaan budaya ini benar-benar berpenampilan ala seniman di sepanjang hidupnya. Dan semakin menjadi setelah dia menemukan belahan jiwanya, Tatiana Cuewa, dan bukti cinta sejati mereka, Sophie Serafini.

Menjadi penutur aktif bahasa Spanyol setelah dia berkenalan dengan Tatiana.

Keinginan terdalamnya adalah Napoli bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Italia, sehingga dia bisa membaca sebagian kisah hidupnya yang dimuat di novel ini.


TATIANA CUEWA

Gadis keturunan Equador ini rela menyerahkan seluruh jiwa raganya pada Danilo, bahkan sebelum mereka menikah. Memberikan pabrik cokelat keluarganya di Equador kepada Danilo sebagai hadiah pernikahan mereka.

Bukan tipe pencemburu dan tak pernah mengungkit soal masa lalu Danilo. Namun, Revina yang sangat keberatan untuk mengekspos nama asli mantan Danilo di novel ini demi menghargai Tatiana dan kenangan buruknya.


GIORGIO (DE SISTO)

Seorang ahli IT di perusahaan terkemuka di Milan. Merupakan jajaran orang sukses di sana. Hobinya adalah berpesiar dengan perahu motor.


CLAUDIA TALICE

Nama suaminya Alejandro Talice. Karena nyaris mirip dengan Alejandro Raúl Talice Graña, penulis merasa tidak perlu mengekspos namanya serta dalam novel. Meskipun, dia pasti merasa tak keberatan.

Selain Amerika Latin, maka Italia dan Spanyol adalah negara favorit yang dipilihnya untuk tempat tinggal.


GIOVANNI FERRAIOLI

Salah satu pelukis ternama Italia ini, memiliki istri yang sangat pencemburu. Meskipun, telah beranjak paruh baya.

Perjalanan ke Roma adalah sesuatu yang sangat menguras energi dan finansialnya. Namun, dia tipe Italia yang ramah dan sangat terbuka pada perbedaan budaya.

Keinginan terdalamnya adalah Napoli bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Italia, sehingga dia bisa membaca sebagian kisah hidupnya yang dimuat di novel ini.


DIODORO SOFIA

Pengantar pizza ini juga memiliki istri yang sangat pencemburu. Meskipun, anak-anaknya dapat menyambut Revina dalam kehidupan mereka. Memaksa memberikan akomodasi tanpa batas yang berupa rumah di atas bukit beserta isinya jika dia merasa nyaman bergaul dengan orang asing.

Sangat terbuka pada perbedaan budaya.


GABRIEL BUMBUC

Seorang Rumania yang memilih berdomisili di Italia sejak usia dua belas tahun. Namun, hingga dewasa, belum memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan. Rasa cintanya terhadap Rumania terlalu tinggi.

Penutur bahasa Rumania, Italia, Latin, Prancis, Jerman, Spanyol, Inggris, dan Rusia ini tidak mudah percaya pada orang asing.


FRANCESCO (FURIA)

Pekerjaannya di sebuah perusahaan asing Amerika di Italia, sangat misterius. Semisterius kisah hidupnya mengapa memilih meninggalkan Revina di luar masalah kegadisannya. Kisahnya bersama Revina benar-benar one standing night.


REVINA ANJANI

Menolak jika alamat kontaknya dipublikasikan seperti kisahnya. Mengingat, dia sering mendapat cercaan sebagai gadis Indonesia yang berbudaya Italia sebelum naturalisasinya menjadi Warga Negara Italia.

Pertemuannya dengan Stefano semakin merubah life style-nya seratus persen.


Tertarik kenal sama mereka lebih jauh? Pingin dapat kontak mereka? Penasaran sama fotonya? Beli dulu Napoli! ^_^ Kirim feedback ke aku berupa surat pembaca! Buat resensi yang cantik dan rating di goodreads! Lebih bagus lagi kalau kirim hadiah juga untuk penulis Napoli dan tokohnya seperti yang dilakukan oleh Finda Rahmadaniati. :-) 


Probolinggo, 21 Januari 2017. 04.25 a.m. WIB.